OKU Timur – Di tengah teriknya matahari, semangat mewujudkan kemandirian pangan tetap membara di Desa Karang Marga. Bhabinkamtibmas setempat, Brigpol Febri Irawan, turun langsung ke sawah untuk melakukan monitoring pada lahan pertanian tumpangsari milik warga, Rabu (31/12).
Program tumpangsari yang memadukan tanaman jagung dan kacang hijau ini menjadi fokus utama dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional di tingkat desa.
Mengapa Tumpangsari Jagung & Kacang Hijau?
Dalam kunjungannya, Brigpol Febri berdialog dengan para petani mengenai progres pertumbuhan tanaman. Metode tumpangsari dipilih bukan tanpa alasan, melainkan karena keunggulan strategisnya:
* Optimalisasi Lahan: Petani bisa memanen dua jenis komoditas dalam satu masa tanam.
* Kesehatan Tanah: Kacang hijau membantu mengikat nitrogen di tanah, yang secara alami menyuburkan tanaman jagung di sampingnya.
* Ketahanan Ekonomi: Jika salah satu harga komoditas fluktuatif, petani masih memiliki cadangan dari komoditas lainnya.
> “Kehadiran kami di sini bukan sekadar memantau, tapi memberikan motivasi. Jika ketahanan pangan di tingkat desa kuat, maka ketahanan pangan nasional pun akan kokoh,” ujar Brigpol Febri Irawan di sela-sela kegiatannya.
Wujud Nyata Polri Hadir
Langkah ini merupakan bagian dari instruksi Kapolri dalam mendukung program pemerintah pusat. Brigpol Febri memastikan bahwa kendala di lapangan, mulai dari ketersediaan pupuk hingga sistem irigasi, dapat tersampaikan dan dicarikan solusinya secara bersama-sama.
Masyarakat Desa Karang Marga menyambut positif kehadiran Bhabinkamtibmas yang aktif mengawal sektor pertanian. Sinergi antara aparat dan petani ini diharapkan menjadi role model bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan lahan produktif secara maksimal.









