OKU Timur, 25 Januari 2026-Desa Margodadi kini tak hanya dikenal akan keindahan alamnya, namun juga semangat gotong royong dalam mewujudkan ketahanan pangan lokal. Di garis depan upaya ini, hadir sosok yang mengayomi sekaligus berinovasi: Bripka Andri Suseno, Bhabinkamtibmas setempat.
Bripka Andri bukan hanya sekadar aparat keamanan. Dengan seragam coklat khasnya, ia aktif turun ke ladang, melebur bersama para petani. Kehadirannya memastikan seluruh proses budidaya jagung berjalan lancar—mulai dari benih ditanam hingga saatnya panen raya.
Dari Tanam hingga Panen: Pendampingan Total
Proses penanaman jagung di Margodadi di bawah pengawalan Bripka Andri menjadi contoh sempurna kolaborasi. Bripka Andri memastikan:
* Pemilihan Benih Unggul: Ia berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan petani menggunakan varietas jagung terbaik, menjanjikan hasil panen yang optimal.
* Perawatan Intensif: Ia secara rutin memantau teknik irigasi dan pemupukan yang tepat, membantu petani mengatasi tantangan hama atau penyakit, serta memastikan tanaman tumbuh subur.
* Keamanan Lahan: Kehadirannya memberikan rasa aman, mencegah potensi gangguan pada lahan pertanian yang vital ini.
“Jagung bukan hanya komoditas. Ini adalah simbol kemandirian Desa Margodadi. Kami, dari Kepolisian, wajib mendukung penuh agar panen raya ini sukses dan hasilnya dapat menyejahterakan warga,” ujar Bripka Andri Suseno.
Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kegiatan ini membuktikan bahwa peran Polri melampaui tugas konvensional. Bripka Andri Suseno telah menjadi ‘Petani Mitra’ yang ikut menjaga stabilitas ekonomi dan pangan desa. Diharapkan, hasil panen jagung yang melimpah ini akan memperkuat stok pangan lokal dan meningkatkan pendapatan masyarakat Margodadi.
Kisah Bripka Andri adalah cerminan dedikasi dalam melayani dan membangun. Ia memastikan, di tengah tantangan apa pun, lumbung pangan Margodadi akan terus menghasilkan.









