OKU TIMUR, RETAMA NEWS – Cuaca yang sulit diprediksi menuntut kesiapsiagaan tinggi dari aparat kewilayahan. Tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan warga, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cempaka Polres OKU Timur menggelar siaga bencana seharian penuh.
Pada hari ini, Rabu (04/02/2026), kegiatan mitigasi dan pencegahan bencana dilaksanakan secara maraton selama 12 jam, mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Empat personel diterjunkan langsung ke lapangan di bawah komando Aiptu Erwin. Langkah antisipasi difokuskan pada dua potensi bencana hidrometeorologi utama: banjir akibat luapan sungai dan tanah longsor.
Dalam upaya mitigasi tanah longsor, petugas bergerak proaktif memasang rambu-rambu peringatan dan spanduk himbauan di titik-titik jalan yang memiliki struktur tanah labil. Petugas juga memberikan edukasi langsung kepada pengendara yang melintas agar ekstra hati-hati guna menghindari kecelakaan.
Sementara itu, fokus utama pencegahan banjir diarahkan pada pemantauan debit air Sungai Komering. Tim patroli melakukan pengecekan berkala terhadap ketinggian air dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Petugas juga menyambangi warga di bantaran sungai (Binluh) untuk mengingatkan agar selalu waspada jika air pasang tiba-tiba.
“Hari ini kami siaga penuh dari pagi sampai sore. Fokus kami memantau debit Komering dan memasang tanda bahaya di jalur rawan longsor. Kami ingin pastikan jika ada potensi bahaya, warga sudah teredukasi dan bisa evakuasi dini,” ujar Aiptu Erwin mewakili Kapolsek Cempaka.
Hingga berita ini diturunkan (pukul 18.00 WIB), berdasarkan pantauan menyeluruh di wilayah hukum Polsek Cempaka, situasi dilaporkan NIHIL bencana. Tidak ada kejadian banjir, tanah longsor, maupun kerugian materiil dan korban jiwa. Situasi dinyatakan aman dan kondusif.









