OKU TIMUR – Ada pemandangan menarik di tengah hiruk-pikuk penanganan luapan Sungai Macak di wilayah Semendawai Suku III. Di saat air masih menggenangi pemukiman, Brigpol Setiono, seorang Bhabinkamtibmas yang dikenal dekat dengan warga, tetap menjalankan misi pentingnya: mengedukasi masyarakat tentang pentingnya Ketahanan Pangan Nasional.
Sambil membantu warga mengamankan barang-barang dari genangan air, Brigpol Setiono menyempatkan diri berdialog dengan para petani dan warga terdampak. Ia menyampaikan bahwa meski saat ini sedang dilanda musibah banjir, semangat untuk menjaga kemandirian pangan tidak boleh surut.
Banjir Bukan Penghalang Edukasi
Di atas genangan air yang merendam jalanan desa, Brigpol Setiono tampak bersemangat menjelaskan bagaimana warga bisa memanfaatkan lahan pekarangan atau metode tanam alternatif pasca-banjir nanti. Langkah ini diambil guna memastikan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga tetap terjaga meski cuaca ekstrem melanda.
“Musibah banjir ini adalah ujian, namun kita harus tetap memikirkan langkah ke depan. Ketahanan pangan adalah benteng pertahanan kita. Setelah air surut, mari kita kembali manfaatkan lahan dengan maksimal agar kebutuhan dapur keluarga tetap aman,” ujar Brigpol Setiono di sela-sela kegiatannya memantau debit air.
Dedikasi Tanpa Batas
Aksi Brigpol Setiono ini mendapat apresiasi dari warga. Di tengah situasi yang sulit, kehadiran sosok Polri yang tidak hanya memberikan pengamanan fisik, tetapi juga wawasan masa depan, memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat Desa.
Kapolsek Semendawai Suku III, IPTU Antoni Steven, S.Kom., M.M., mengapresiasi inisiatif anggotanya tersebut. Menurutnya, edukasi ketahanan pangan memang menjadi program prioritas yang harus terus disampaikan dalam kondisi apa pun demi kesejahteraan masyarakat jangka panjang.
Kisah Brigpol Setiono menjadi bukti nyata bahwa bagi seorang pelayan masyarakat, ruang dan waktu bukanlah hambatan untuk terus menebar manfaat dan mengawal program nasional hingga ke pelosok desa yang sedang dilanda bencana sekalipun.









