OKU TIMUR, RETAMA NEWS – Kepolisian Sektor (Polsek) Cempaka terus mengawal dan memastikan setiap proses musyawarah di tingkat desa berjalan dengan aman, tertib, dan mengedepankan asas musyawarah mufakat. Kehadiran aparat kepolisian menjadi hal krusial, terutama ketika pembahasan menyangkut anggaran dan aset krusial desa.
Pada hari ini, Kamis (09/04/2026), mulai pukul 09.30 WIB, Kapolsek Cempaka AKP Romi Fitrayansah, S.H., didampingi Bhabinkamtibmas Brigpol Roberto CS, S.E., hadir langsung dalam Rapat Perencanaan Pembangunan Anggaran Dana Aset Desa untuk Pembangunan Desa Tahun 2026 di Desa Tanjung Kukuh, Kecamatan Semendawai Barat, Kabupaten OKU Timur.
Rapat penting ini turut dihadiri oleh jajaran Muspika dan tokoh desa setempat, di antaranya Camat Semendawai Barat yang diwakili Kasi Pemerintahan Rojali, Danramil Cempaka yang diwakili Kopda Yudi, PLH Kepala Desa Tanjung Kukuh Ahmad Mathori, Ketua BPD Abdurrahman, Ketua MPD Halid Sulaiman, Pendamping Desa Rahmat, serta jajaran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perangkat desa.
Agenda utama rapat kali ini adalah membahas pemanfaatan dana kas desa yang bersumber dari pengembalian dana penjualan aset tanah desa oleh Kepala Desa Tanjung Kukuh, Bapak Ihsan Pasai. Dana yang kini telah tersimpan aman di rekening Desa Tanjung Kukuh tersebut tercatat sebesar Rp 239.661.000.
Dalam forum musyawarah tersebut, mencuat usulan agar dana pengembalian aset itu dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur vital, yakni rehabilitasi Balai Desa dan perawatan jalan beton desa.
Namun, jalannya demokrasi di tingkat desa ini diwarnai dinamika perbedaan pendapat. Pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjung Kukuh yang diketuai oleh Abdurrahman, secara sepihak menyatakan menolak hasil rapat tersebut dan menolak untuk menandatangani berita acara kesepakatan bersama.
Menyikapi dinamika tersebut, Kapolsek Cempaka AKP Romi Fitrayansah, S.H., menyampaikan bahwa perbedaan pandangan dalam sebuah forum musyawarah adalah hal yang wajar, namun keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) harus tetap menjadi prioritas utama.
“Kehadiran kami dari unsur TNI-Polri di sini adalah untuk memastikan forum musyawarah berjalan aman tanpa adanya gesekan fisik. Terkait adanya perbedaan pendapat maupun penolakan dari pihak BPD, kami mengimbau agar hal tersebut diselesaikan melalui mekanisme dan regulasi yang berlaku secara damai. Mari bersama-sama kita jaga kondusivitas Desa Tanjung Kukuh,” tegas AKP Romi.
Meski diwarnai perbedaan pandangan dan penolakan tanda tangan dari pihak BPD, Kapolsek Cempaka memastikan seluruh rangkaian rapat yang berakhir pada pukul 11.30 WIB tersebut tetap terkendali. Giat dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan Kamtibmas.









