OKU TIMUR, RETAMA NEWS – Di tengah anomali cuaca yang kerap terjadi di bulan Januari, kewaspadaan terhadap bencana alam menjadi harga mati. Tidak hanya fokus pada kriminalitas, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cempaka juga menyiagakan personelnya seharian penuh untuk memantau potensi banjir dan tanah longsor.
Pada hari ini, Sabtu (24/01/2026), kegiatan mitigasi bencana digelar selama 12 jam, mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Tim siaga bencana ini dipimpin langsung oleh Bripka Dedi D. bersama empat personel lainnya. Mereka menyisir sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polsek Cempaka dengan dua pendekatan utama: mitigasi fisik dan pencegahan edukatif.
Dalam upaya mitigasi, petugas memasang rambu-rambu peringatan di titik jalan yang mengalami longsor agar pengendara yang melintas lebih berhati-hati. Selain itu, pengecekan debit air Sungai Komering dilakukan secara berkala. Hal ini krusial mengingat sungai tersebut menjadi indikator utama potensi banjir kiriman di wilayah OKU Timur.
“Kami memasang spanduk himbauan dan rambu di lokasi rawan longsor. Kami juga terus memonitor ketinggian air Sungai Komering dari pagi hingga sore tadi. Kami tidak ingin lengah sedikitpun,” ujar Bripka Dedi D. mewakili Kapolsek Cempaka.
Di sisi pencegahan, patroli terpadu dilakukan sembari menyambangi warga (sambang/binluh). Petugas mengingatkan masyarakat, terutama yang bermukim di bantaran sungai, untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan kenaikan debit air. Koordinasi dengan instansi terkait juga terus dijaga untuk memastikan respon cepat jika terjadi darurat.
Hingga kegiatan berakhir pada pukul 18.00 WIB, dilaporkan tidak ada kejadian bencana alam (Nihil). Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil, dan situasi wilayah hukum Polsek Cempaka dinyatakan aman terkendali.









