OKU Timur, 20 Januari 2026– Di bawah terik matahari yang menyengat, sosok pria berseragam kepolisian tampak kontras di antara rimbunnya tanaman jagung yang mulai meninggi. Ia adalah Aiptu Triwoko Mujiraharjo, seorang anggota Polri yang tak segan mengotori sepatunya demi memastikan “harta karun” hijau milik petani aman dari ancaman hama.
Bukan sekadar kunjungan formalitas, Aiptu Triwoko terlihat telaten menyisir tiap jengkal lahan. Sesekali ia berhenti, memeriksa bagian bawah daun dan batang jagung untuk memastikan tidak ada ulat grayak atau hama pengganggu lainnya yang bersembunyi. Langkah ini ia lakukan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program nasional Ketahanan Pangan.
Lebih dari Sekadar Tugas Keamanan
Bagi Aiptu Triwoko, menjaga keamanan bukan hanya soal menangkap pelaku kriminal, tetapi juga menjaga “perut” rakyat agar tetap kenyang melalui panen yang melimpah.
* Deteksi Dini Hama: Membantu petani mengidentifikasi tanda-tanda serangan hama sejak awal.
* Pendampingan Petani: Menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat tani dan pihak terkait untuk penyediaan pupuk atau obat pertanian.
* Motivasi Masyarakat: Menginspirasi warga desa untuk memanfaatkan lahan tidur agar lebih produktif.
“Jika tanaman jagung ini sehat dan bebas hama, maka hasil panennya akan maksimal. Ekonomi petani terangkat, dan ketahanan pangan wilayah kita pun menjadi kuat,” ujar Aiptu Triwoko di sela-sela kegiatannya.
Polri Hadir di Garis Depan Pertanian
Kehadiran personel seperti Aiptu Triwoko di tengah lahan jagung membuktikan bahwa Polri kini semakin menyatu dengan urusan dasar masyarakat. Petani merasa lebih tenang dan bersemangat karena merasa mendapat perhatian dan perlindungan, baik dari segi keamanan maupun keberlangsungan usaha tani mereka.
Diharapkan, langkah konsisten ini mampu menjadi pemicu bagi wilayah lain untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi nasional yang kokoh.









