OKU TIMUR, RETAMA NEWS – Cuaca ekstrem yang kerap berubah sewaktu-waktu menuntut kewaspadaan tinggi. Tidak ingin kecolongan oleh bencana alam, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cempaka Polres OKU Timur melaksanakan siaga bencana seharian penuh untuk memastikan keselamatan warga.
Pada hari ini, Selasa (03/02/2026), kegiatan mitigasi dan pencegahan bencana digelar secara maraton selama 12 jam, mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Empat personel diterjunkan ke titik-titik rawan bencana di bawah pimpinan Bripka Dedi D. Langkah antisipasi difokuskan pada dua potensi bencana utama: banjir dan tanah longsor.
Dalam upaya mitigasi tanah longsor, petugas bergerak memasang rambu-rambu peringatan dan spanduk himbauan di sejumlah ruas jalan yang memiliki kontur tanah labil. Petugas juga memberikan edukasi langsung kepada pengguna jalan agar mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur rawan tersebut.
Sementara itu, untuk pencegahan banjir, tim patroli melakukan pemantauan intensif terhadap debit air Sungai Komering. Mengingat sungai ini menjadi indikator utama potensi banjir, petugas memberikan himbauan khusus kepada masyarakat yang bermukim di bantaran sungai agar selalu waspada terhadap kenaikan muka air.
“Kami siaga dari jam 6 pagi sampai sore ini. Kami cek langsung debit Komering dan pasang tanda di daerah rawan longsor. Kami juga koordinasi dengan instansi terkait agar penanganan bisa cepat jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Bripka Dedi D. mewakili Kapolsek Cempaka.
Hingga berita ini diturunkan (pukul 18.00 WIB), berdasarkan pantauan di seluruh wilayah hukum Polsek Cempaka, situasi dilaporkan NIHIL bencana. Tidak ada kejadian banjir maupun tanah longsor, serta tidak ada laporan korban jiwa maupun kerugian materiil.
Meski situasi aman, Polsek Cempaka tetap menghimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan situasi terkini di lingkungannya jika melihat tanda-tanda potensi bencana.









